CINTA DAN MAHHABAH ADALAH KARUNI MU yA ILLAHI... ,ia hadri atas izin Mu,dan menembus kedalam segumpal darah mengalunkan syair kerinduan menembus demensi sukma merentas massa menghanyutkan seribu harapan meneguk tetesan samudra ilmu Mu dan merengkuh dalam sujud khusuk agar Engkau Ridhlo akan hadir cinta dan mahabbahku atas Mu ya...Illahi
Tampilkan postingan dengan label GORESAN HATI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GORESAN HATI. Tampilkan semua postingan
Jumat, 18 Oktober 2013
IBU............
saat Mempunyai pasangan Hidup
Saat senang yang cari pasangan nya ..
Saat sedih yang cari ibu ....
Saat sukses yang di ceritain pada pasanganya ..
Saat gagal yang ceritain pada ibu ...
Saat bahagia aku peluk erat pasangannya ..
Saat sedih aku peluk erat ibunya ...
Saat liburan yang bawa pasangannya ..
Saat sibuk, anak dianter ke rumah ibu ...
Selalu tiap saat yang ingat pasangannya ..
Selalu ibu yang di ingat anaknya ...
Setiap saat yang di telpon pasangannya ..
Kalau telpon ibu kalau ingat saja...
Selalu tak pernah lupa belikan hadiah untuk pasangan ..
Entah kapan akan belikan hadiah untuk ibu ...
Renungkanlah ..:
"Kalau kau sudah gajian saat berkerja ...
sudahkah kau kirim uang untuk ibu ..?
Ibu tidak minta banyak... lima puluh sebulan pun "cukuplah".
Berderai air mata jika kita mendengarnya ........
Tapi kalau ibu sudah tiada ..........
Ibu aku RINDU....... AKU RIIINDDUU ... SANGAT RINDU ....
Berapa banyak yang sanggup menyuapkan ibunya dikala beliau sakit ....?
berapa banyak yang sanggup melap/bersihkan muntah ibunya .....?
berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya .....?
berapa banyak yang sanggup. membuang nanah dan membersihkan luka ibunya ..?
berapa banyak yang sanggup cuti kerja untuk menjaga ibunya yg sedang sakit ...?
Dan akhir sekali .... berapa banyak yang mensholati JENAZAH ibunya ......?
JANGAN !! ditunda untuk membahagiakan orangtua,selagimasih bisa dan selagi mereka masih ada, BAHAGIAKANLAH mereka, sebelum HANYA BISA mengirim do'a.
Diposting oleh
Leyeh - leyeh ...ah.......................(izza fauziah)
di
09.43
Tidak ada komentar:
Label:
GORESAN HATI
CINTA TAK PERLU DI PERLIHATKAN HAL LAYAK
CINTA DAN MAHABBAH
Dia yang mencintai kamu bukanlah dia yang selalu berkata mesra di hadapanmu
Dia yang menyayangi kamu bukan dia yang selalu mengatakan seberapa besar dia mencintaimu
Tapi dia yang mencintai kamu adalah dia yang selalu mengkhawatirkanmu
Dia yang selalu ingin tau kabarmu
Dia yang selalu ingin membuatmu bahagia
Dia yang selalu mengerti perasaan kamu tanpa harus kamu pinta
Dia yang tak pernah menuntun cinta kamu untuk diperlihatkannya
Dia yang tak pernah ingin membuat kekasihnya menangis karenanya .
Karena ketulusan cinta tidak perlu diperlihatkan didepan orang banyak agar mereka tau bahwa kamu cintanya melainkan bagaimana ia mampu membuktikan seperti apa ia mampu setia dan melindungi kekasihnya serta bertanggung jawab untuk menghalalkanya bukan hanya sekedar cinta pelampiasan semata....
Diposting oleh
Leyeh - leyeh ...ah.......................(izza fauziah)
di
09.36
Tidak ada komentar:
Label:
GORESAN HATI
3 KUNCI KE-SUKSESAN
CINTA DAN MAHABBAH
☑ Man Jadda Wa Jadda [Siapa yang bersungguh-sung guh akan berhasil
☑ Man Shobaro Zafiro [Siapa yang bersabar akan beruntung
☑ Man Saro Darbi Ala Washola [Siapa yang berjalan di jalur-Nya akan sampai
Semoga kita semua bisa melaksanakannya ..
Aamiin
☑ Man Jadda Wa Jadda [Siapa yang bersungguh-sung guh akan berhasil
☑ Man Shobaro Zafiro [Siapa yang bersabar akan beruntung
☑ Man Saro Darbi Ala Washola [Siapa yang berjalan di jalur-Nya akan sampai
Semoga kita semua bisa melaksanakannya ..
Aamiin
Diposting oleh
Leyeh - leyeh ...ah.......................(izza fauziah)
di
09.32
Tidak ada komentar:
Label:
GORESAN HATI
JANGAN MENYIKSA DIRI SENDIRI
CINTA DAN MAHABBAH
Masih menyukai seseorang yang nyata2 tidak menyukai kita.
Hanya akan membuat hati kecewa.
Masih berharap seseorang yang nyata2 tidak mengharapkan kita.
Hanya akan membuat hati tersiksa.
Masih mencintai seseorang yang nyata2 tidak mencintai kita.
Hanya akan membuat waktu terbuang sia-sia.
...
Daripada sibuk memikirkan hal2 yang tiada berguna.
Akan lebih baik untuk menyayangi diri sendiri.
Mulai dengan berusaha menjadi pribadi yang baik.
Berakhlak mulia.
Santun dalam berkata.
Tanamkan iman dan takwa.
Pada akhirnya.
Allah akan kirimkan kepada kita.
Seseorang yang pantas untuk kita..
Diposting oleh
Leyeh - leyeh ...ah.......................(izza fauziah)
di
09.22
Tidak ada komentar:
Label:
GORESAN HATI
Minggu, 09 Juni 2013
BELAJAR KISAH NABAWIYAH TENTANG KHILAFAH
Pembahasan tentang khilafah terkadang menimbulkan banyak kerancauan di kalangan generasi masa sekarang, kerancauan semakin nyata saat generasi muda sekarag kurang pemahaman mengenai hal ini ,sehingga mudah terombang ambing dalam menafsirkan berbagai hal - hal tentang khilafah atau hanya ikut - ikutan tanpa faham makna mendalam tentang khilafah .
Pemahaman tentang Khilafah sendiri kadang mengalami dua kerancauan di pandang secara makna sempit dan pandangan secara makna luas antara lain:
Pertama, penyempitan makna khilafah, pandangan yang hanya pada pelaksanaan hukum Islam melalui kekuasaan saja (politik).
Kedua, pandangan luas nya pandangan atas wajibnya menegakkan khilafah ketika sudah ada pemerintahan di tengah-tengah umat baik secara agama ,syariat agama ,kekuasaaan (politik),hukum publik dll / lebih mencakup istilah sekarang EPPOLISOSBUDHAMKA.
Mengenai yang pertama, perlu ditegaskan bahwa kata“khilafah” bila dikaitkan dengan agama dan syariat, maknanya tak hanya terbatas pada konteks kekuasaan dengan segala penerapan hukum-hukum publik, sebagaimana makna khilafah secara etimologis yang memang jauh lebih luas yang tercantum di atas
Namun pandangan secara etimologis ini kadang seolah di biaskan dan terkesan salah kaprah dengan ajakan atau seruan seolah - olah pemegakan syariat yang di paksakan dengan melakukan perebutan kekuasaan seakan akan poin ke dua ini di plintir dan di garis bawahi wajib menegakkan khilafah di tengah tengah pemerintah yang ga sefaham dengan islam.
Kerancauan pemahaman ini sangat mengkhawatirkan mengingat bahwa islam itu bukan agama radikal atau pun pemberontak melainkan rohmatal lilalamin.
إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأَرْضِ خَلِيفَةً“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” (QS.2 : 30)
Dalam firman Allah diatas berkaitan khilafah dengan urusan agama, juga perlu dipahami bahwa khilafah yang diagungkan dan dinyatakan Allah sebagai keistimewaan khusus Nabi Adam dan anak-cucunya, adalah khilafah ruhaniah, keagamaan, dan ketuhanan, bukan sebatas otoritas politik yang mengatur urusan-urusan lahiriah.
Khilafah tersebut terkait erat dengan tugas mengemban amanah sesuai kapasitas dan kemampuan seseorang, dalam konteks menegakkan kebenaran, yaitu syari’at yang telah ditetapkan Allah pada makhluk-Nya. Inilah khilafah yang disinggung dalam Al-Qur-an, ketika meletakkan nenek moyang kita, Nabi Adam AS ke bumi,
فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَى
“Maka jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, lalu barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, ia tak akan tersesat dan tidak akan celaka.”(QS.20 : 123).
Mengamalkan tuntutan Allah, melaksanakan perintah, dan menghindari larangan-Nya, itulah arti khilafah sebenarnya yang termaktub dalam Al - Qur'an yang Allah perintahkan kepada Nabi Adam. Ketika Nabi Adam turun di bumi belum ada bangsa apapun yang bisa menjadi obyek kekuasaan. Ia hanya disertai Ibu Hawa. Lalu, mulai lahirlah putra-putra dari keluarga Adam. Ia menjalani posisinya sebagai orang pertama yang memegang khilafah sebelum adanya bentuk pemerintahan dan kekuasaan publik. Sejarah terus berlangsung dalam wilayah keluarga itu, yaitu Adam dan putra-putranya. Merekalah yang menghuni bumi.
Lalu keturunannya mulai banyak. Nabi Syits, putra AdamAS, menggantikannya memegang tampuk khilafah. Ia menerima kenabian dan amanat untuk melaksanakan ikrar manusia kepada Allah.
Khilafah yang di maksud dan arti sebenarnya adalah merupakan tugas masing-masing diri sendiri,sebagai manusia makhluk Allah . Tak ada alasan bagi siapapun untuk mengangga premeh hal ini, hingga melalaikan dan meninggalkannya, lantaran adanya simbol-simbol fisik khilafah (kekuasaan).
Khilafah masa Rosullullah
Bila memcoba membuka tentang khilafah pada masa Nabawiyah, Jika dikaitkan dengan salah satu jenis kekhilafahan agung Nabi Muhammad SAW, khilafah adalah terwujudnya penerapan hukum secara umum, karena kekuasaan dipegang oleh orang-orang jujur, lurus, dan mendapat petunjuk. Beliau kabarkan, khilafah ini hanya berlangsung 30 tahun terhitung sejak beliau wafat. Ini salah satu mukjizat yang menunjukkan kebenaran beliau sebagai Nabi.
Rasulullah SAW menyebut batas waktu. Tatkala masa 30 tahun itu telah usai dan khilafah semacam ini telah hilang, beliau tidak memberi perintah,“Memberontaklah kepada parapenguasa, perbaiki berbagai masalah, berjuanglah untuk mengganti mereka dengan orang-orang yang mirip dengan masa 30 tahun itu!” Rasulullah SAW tidak memerintahkan itu. Bahkan, meski dalam haditsnya beliau memberi isyarat bahwa cengkeraman kerajaan akan berlangsung lama. Dalam sebagian riwayat, beliau menyebutnya adhudh (kekuasaan yang suka menggigit / otoriter).
Dalam kitab Musnad-nya Imam Ahmad, juga dalam Al-Mustadrak ‘ala Ash-Shahihaian karya Al-Hakim, disebutkan, Rasulullah SAW bersabda, “Khilafah sepeninggalku 30 tahun, kemudian menjadi kerajaan.” (HR.Ahmad)
Mari kita cermati sabda beliau yang menyebutkan secara jelas periode khilafah ini. Ternyata, Ali KWH dibunuh pada bulan Ramadhan, sementara Rasulullah wafat pada bulan Rabi’ul Awwal. Untuk sampai 30 tahun, masih ada jeda enam bulan. Masa enam bulan inilah masa kepemimpinan Al-Hasan bin ‘Ali RA, cucunda Nabi, hingga ia mundur dari khilafah pada bulan Rabi’ul Awwal, persis di akhir masa 30 tahun sebagaimana disebutkan Rasulullah SAW. Lagi-lagi ini merupakan salah satu tanda kenabian, mukjizat agung Rasulullah Muhammad SAW, sekaligus pemberitahuan beliau mengenai hal-halrahasia (ghaib) yang beliau dapat dari Allah SWT.
Di Al-Mustadrak juga ada riwayat yang dinyatakan shahih oleh Adz-Dzahabi : Setelah Al-Hasan mundur sebagai khalifah, ada orang berkata kepadanya,“Orang-orang berkata bahwa Anda menginginkan khilafah.”
Al-Hasan menoleh kepada orang itu. Ia berkata, “Aku meninggalkan jabatan khalifah pada saat orang-orang kuat berada di tanganku. Mereka mengikuti perintahku, siap memerangi orang yang aku perangi dan berdamai dengan orang yang berdamai denganku. (Aku meninggalkan khilafah) karena untuk mencari ridha Tuhanku dan menghindarkan pertumpahan darah sesama muslimin. Lalu, apakah aku akan berupaya mendapatkan khilafah dengan keputus-asaan orang-orang Hijaz. Pergilah, aku tidak menginginkan khilafah itu.” Kisah ini memiliki sanad riwayat yang shahih melalui mata rantai para perawi yang dipercaya oleh Al-Bukhari dan Muslim.
Dalam kisah ini terdapat sebuah penjelasan bahwa mundur dari khalifah pada saat terjadinya perpecahan adalah khalifah sejati. Khalifah hakiki yang diajarkan Nabi ini bersemayam dengan sempurna dalam diri Al-Hasan bin ‘Ali. Dengan menyerahkan kekuasaan lahiriah, tidak berarti warisan Nabi menjadi berkurang pada dirinya, tidak berarti ada kekurangan pada posisinya sebagai pengganti kakeknya, Muhammad SAW. Justru dengan demikian, Al-Hasan menampakkan ciri khas yang paling agung dari kekhilafahan Rasulullah SAW, yaitu dalam wilayah ilmu, taqwa, pekerti, belas kasih, dan perhatian terhadap umat.
Karena itu, sangatlah layak apa yang disabdakan Rasulullah SAW mengenai Sayyidina Hasan, “Sungguh anakku (cucuku) ini adalah seorang pemimpin. Allah akan mendamaikan dua kubu besar kaum muslimin dengan perantaranya.”(HR.Bukhari)
Menelusuri Jejak Nabawiyah
Dalam sebuah hadist Rosullullah berdo'a "Ya Allah ,curahkanlah rahmat kepada para khalifah / penggantiku "
Ketika beliau ditanya, siapa para khalifah itu, beliau tidak menggunakan pengertian khilafah seperti saat beliau bersabda “Khilafah setelahku berlangsung selama 30 tahun”, tapi beliau menggunakan pengertian lain tentang khilafah, yaitu khilafah keagamaan. Beliau bersabda, “Orang-orang yang hidup sepeninggalku, mereka meriwayatkan hadits-haditku dan mengajarkannya kepada manusia.”
Beliau menyatakan,orang-orang yang memiliki perhatian tinggi terhadap sunnah beliau dan mengajarkannya kepada orang lain adalah para khalifah para penerus beliau.
Hal itu diperkuat oleh hadits tentang ulama yang menjadi pewaris para nabi. Juga, sebagaimana disebutkan dalam kitab-kitab tafsir bahwa isi dari lafal Ulul Amriyang disebutkan di sebagian ayat adalah para ulama, orang-orang yang dianugerahi ilmu syari’at dan menjadi pemikul amanat ilmu syari’at tersebut. Misalnya, ayat,
وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُوْلِي الأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنبِطُونَهُ مِنْهُمْ
“...dan kalau mereka menyerahkannya kepada rasul dan ulil amri diantara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat)mengetahuinya dari mereka (rasul dan ulil amri).” (QS. 4 : 83).
Menurut pendapat para mufassir, yang dimaksud ulil-amri disini adalah ulama. Sebagaimana juga dalam firman Allah,
أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“...taatilah Allah dan taatilah Rasul, dan Ulil-Amri diantara kalian.” (QS.4 : 59)
Sementara, mengenai kekuasaan lahiriyah, hukumnya dalam syari’at adalah , “Bila mereka memerintah dengan baik, jadi baik bagi mereka dan bagi kalian. Jika mereka memerintah dengan buruk, jadi baik bagi kalian dan jadi buruk bagi mereka.” (HR.Thabrani)
Jadi, dari sunnah Rasulullah SAW, kita bisa melakukan pemilahan terhadap dua sikap. Pertama, meninggalkan khilafah untuk menjaga kemaslahatan kaum muslimin karena memperhatikan kondisi nyata mereka. Kedua, menolak untuk meninggalkan jabatan khalifah hanya karena tuntutan dari orang-orang bodoh atau menyerahkannya kepada orang yang tidak layak, dengan catatan hal itu tidak menimbulkan kekacauan. Yang kedua inilah yang disabdakan Rasulullah SAW kepada Sayyidina Utsman.
Perhatikanlah, Rasulullah SAW memuji cucunya, Al-Hasan, karena rela melepas kekhilafahan lahiriah demi kebaikan kaum muslimin. Di sisi lain, beliau bersabda kepada Sayyidina Utsman RA, “Mereka hendak melepas baju yang dipakaian Allah kepadamu. Jangan turuti mereka hingga engkau menyusulku.” (HR.Thabrani)
Ada beberapa orang yang datang kepada Utsman RA, memintanya untuk mundur dari khalifah. Ternyata, mereka bukan orang yang layak untuk menggantikan beliau. Sementara itu, kekacauan bukan ditimbulkan karena sikap Utsman RA mempertahankan khalifah. Kekacauan justru timbul jika orang-orang seperti mereka menerima khalifah. Mereka akan mempermainkannya.
Latar belakang dan realitasnya berbeda. Maka, dalam, kondisi seperti itu, Rasulullah memberikan arahan kepada Utsman RA agar tidak menuruti kemauan mereka hingga akhirnya mereka membunuhnya. Ia mati syahid di jalan Allah sebagai orang yang berdakwah. Ia terbunuh dalam keadaan membaca Al Qur-an dan tetesan darahnya yang pertama mengenai ayat
فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللّهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Maka Allah akan menjaga engkau dari mereka, dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS.2 : 137). Sementara do’a terakhir yang terdengar dari lisannya adalah, “Ya Allah, persatukan umat Muhammad. Ya Allah, persatukanlah umat Muhammad.” Kisah ini dituturkan Al-Ghazali dalam Al-Ihya’ 4/479).
Beberapa orang sahabat dan tabi’in, bila teringat kejadian ini, berkata, “Utsman, semoga Allah merahmatimu. Dalam kondisi genting, perhatianmu masih tertuju pada umat Muhammad. Seandainya engkau berdoa agar mereka tidak bersatu, niscaya mereka tak akan pernah bersatu selamanya.”
Ternyata, didetik-detik ancaman mati dan pembunuhan, yang ada dalam pikirannya adalah umat. Ia memohon kepada Allah agar mempersatukan umat sepeninggalnya. Ia berdoa “Ya Allah, persatukan umat Muhammad” sampai dua kali. Itu sebabnya, jangan sampai urusan kekuasaan menjadi kekacauan atau mempermainkan agama.
Insan Insan Teladan Khilafah
Al-Hasan menginginkan perdamaian umat. Ia juga rindu bertemu kakeknya, Rasulullah SAW. Maka, tidak ada yang perlu ia cari dengan menggunakan kekuasaan dunia, atau dengan tetap hidup di dunia. Hari-hari berlalu, dan ia tahu bahwa ia diracun, yang mengantarkannya pada kesyahidan.
Khilafah ideal berlalu saat Al-Hasan menyerahkan kekuasaan kepada Muawiyah bin Abi Sufyan. Ia meninggalkan khilafah lahiriah ini hingga wafat. Ia memilih menjadi khalifah Rasulullah SAW dalam menyampaikan kebenaran, memberikan bimbingan, mengajar, memberi petunjuk, berbudi pekerti luhur, bersikap belas kasih dan sifat-sifat mulia lain yang telah dilekatkan oleh Allah dalam dirinya. Inilah buah dari didikan Rasulullah, Muhammad SAW.
Kalau kita bercermin pada yang dilakukan adiknya, Al-Husain, setelah itu, mungkin akan ada yang bertanya: Bagaimana bisa Al-Husain keluar (dari Makkah) untuk memenuhi permintaan penduduk Irak (menghadapi “Khalifah” Yazid)?
Beberapa hal yang harus dipahami mengenai keberangkatannya ke Irak. Diantaranya adalah, pertama, adanya surat ajakan yang dikirim penduduk Irak dan itu peluang untuk mendirikan sebuah pemerintahan yang sesuai dengan syari’at. Ternyata mereka menipunya, tidak mempercayainya, mengkhianatinya, dan meninggalkannya. Namun, ia rela.
Kedua, ia sudah memperkirakan pengkhianatan ini. Namun, mati syahid tampak di depan mata. Sepeninggal kakaknya, Al-Hasan, giliran ia yang menyimpan rindu bertemu kakeknya.
Al-Husain membuat keputusan tegas demi kebaikan umat. Juga, agar mereka tahu bahwa ia tak mau tertipu kekuasaan lahiriah, namun juga tak ingin melampaui batas dalam memahami wajibnya patuh kepada penguasa. Ia ingin mengajari umat agar tidak memiliki dugaan keliru bahwa jika kita sudah diperintah untuk patuh kepada penguasa, kendatipun kita tahu bahwa mereka tidak baik, berarti kita harus meyakini bahwa para penguasa itu adalah orang-orang yang benar dan menjadi landasan dalam berbagai hal. Yang bisa dijadikan landasan adalah ilmu syari’at dan agama Allah.
Jadi, gerakan Al-Husain adalah untuk menjelaskan prinsip ini dengan cara yang sempurna. Dan, telah kami singgung dalam pembahasan tadi, ia memang hendak menerjunkan dirinya ke dalam kesyahidan. Ia begitu rindu untuk bertemu kakeknya.
Demi Allah, kekeliruan terjadi kalau yang melakukan adalah orang-orang seperti kita. Sayyidina Husain tidak sama dengan kita. Orang-orang yang dididik di bawah penjagaan dan pengawasan Rasulullah, mereka adalah teladan bagi umat manusia. Mereka contoh atas kesesuaian perkataan dan tindakan yang benar.
Maka, Sayyidina Husain memberikan penjelasan mengenai perbedaan berbagai hal tersebut, dengan cara maju dan mengorbankan nyawanya untuk menyambut janji Allah kepada Rasul-Nya bahwa suatu saat sekian banyak keluarganya gugur sebagai syahid dalam sehari. Hal itu menjadi tragedi yang sangat pedih dalam sejarah umat Muhammad SAW.
Khilafah agung Nabawiyah yang bukan sekadar kekuasaan lahiriah itu kemudian digantikan oleh Ali Zainal Abidin. Ia benar-benar hiasan indah bagi para ahli ibadah. Perjalanan hidupnya penuh dengan fenomena ibadah. Ia banyak melakukan shalat. Dua pipinya bergaris hitam karena aliran air mata, gambaran rasa takut yang mendalam kepada Allah. Lalu, apa yang ia lakukan? Apakah ia berjuang untuk merengkuh kekuasaan? Apa ia mengajak kaum muslimin untuk membai’atnya? Apa ia membuat rencana kudeta terhadap penguasa yang ada?
Semua ini tidak terjadi pada Ali Zainal Abidin.
Apakah ia tidak tahu apa-apa tentang agama? Aku bersaksi bahwa ia termasuk orang yang paling alim mengenai agama. Demi Allah, ia bukan orang bodoh. Dimasanya, ia adalah pewaris agung bagi Rasulullah SAW.
Namun demikian, ia menyibukkan hidupnya dengan memperbanyak shalat, membaca Al-Qur-an, menangis, bersedekah, dan berbuat kebajikan kepada orang lain. Ia sama sekali tak pernah menyinggung urusan kekuasaan. Ia juga tidak pernah memaki-maki, melaknat, dan mengucapkan pernyataan-pernyataan buruk kepada para pembunuh ayah dan saudara-saudaranya.
Inilah khalifah sejati. Inilah yang dilakukan generasi terbaik umat ini. Mereka mengikuti jejak Rasulullah SAW, jejak Ahlul Bayt, Sahabat, Tabi’in, dan para pengikut mereka.
Setelah itu, putranya, Muhammad Al-Baqir. Setelah itu, putra Al-Baqir, yaitu Ja’fa rAsh-Shadiq. Mereka semua meneladani ayah-ayahnya dalam kemuliaan dan jalan ini.
Pada masa itu mereka diikuti oleh para pemuka tabi’in. Bahkan, saat Al-Hasan menyerahkan kekhilafahan lahiriah, masih banyak pemuka sahabat. Apa pandangan mereka? Adakah mereka menyatakan “Kami bersama Anda, kami berperang bersama Anda untuk Allah. Sekarang Anda meninggalkan kami dan menyerahkan khilafah kepada orang lain?” Tidak. Al-Hasan patuh (pada tuntunan agama), merekapun ikut patuh.
Tibalah masa tabi’in. Saat itu, kekuasaan dipegang oleh Yazid bin Muawiyah bin Abi Sufyan. Ia dikenal fasik dan buruk. Saat itu, ada Hasan Al-Bashri, Said bin Al-Musayyib, juga para tabi’in senior. Ada Ali ibnul Husain, juga putra-putra Al-Hasan. Adakah diantara mereka yang membuat kekacauan? Atau melawan penguasa, atau melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan teladan para penghulu dan ajaran Rasulullah SAW?
Khilafah berlanjut. Tibalah masa para Imam : Abu Hanifah, Malik bin Anas, Asy-Syafi’i, Ahmad binHanbal. Apa mereka semua hidup di tengah-tengah kekhilafahan yang lurus atau hidup di tengah-tengah kekuasaan kerajaan? Apakah mereka memiliki paham bahwa mereka harus membuat rencana untuk menyingkirkan orang-orang yang memiliki kekuasaan itu?
Mereka sibuk menjaga Islam, menjaga syari’at di tengah-tangah umat, dengan segala kesungguhan dan daya upaya. Mereka mengorbankan waktu, jiwa-raga, dan harta untuk menjelaskan hakikat syari’at kepada umat manusia serta membawa mereka untuk bisa mengamalkannya. Mereka adalah khalifah terbaik dari Rasulullah SAWdan saat itu terdapat begitu banyak tokoh ulama dari kalangan tabi’in dantabi’ut tabi’in.
Khikmah Khilafah
Bagitulah khilafah di tengah-tengah mereka. Bahkan, demikian pula yang kita lihat dalam Al Qur-an dan dijalani para nabi di masa-masa lampau.
Apakah Nuh AS seorang khalifah di atas muka bumi ini? Ya. Ia khalifah selama 950 tahun. Lalu apakah kekuasaan berada di tangannya atau di tangan orang-orang kafir? Selama itu pula ternyata kekuasaan bukan berada ditangannya, tapi tangan orang-orang kafir.
Lalu, apakah tugas khalifah dari Allah hidup atau mati? Tegak di tangan siapa, di tangan orang-orang kafir?
Tidak, khilafah tegak berada di tangan Nabi Nuh AS dan pengikutnya. Padahal yang beriman kepadanya hanya segelintir orang. Namun, segelintir orang ini memiliki kedudukan dan peran yang besar, hingga Allah memuliakan mereka dengan memusnahkan seluruh umat manusia kecuali yang berada di kapal Nuh. Itua dalah balasan atas kesabaran dan ketabahannya selama 950 tahun melaksanakan tugas khilafah dengan peran yang sangat baik.
Nabi Musa memikul tugas khilafah dari Allah. Ia mendatangi Fir’aun, dan kekuasaan berada di tangan Fir’aun. Hari pertama, kedua, dan ketiga, muncullah mukjizat-mukjizatnya. Para tukang sihir pun beriman. Mereka menjadi pembela agama Allah dan pasukan Allah. Mereka juga memikul khilafah dari Allah. Namun,kekuasaan tetap berada di tangan Fir’aun, sampai datang waktunya kemudian ketika Allah menghancurkan Fir’aun dan bala tentaranya.
Sementara itu, pada kisah khilafah Sayyidina Isa, Bani Israil datang hendak membunuhnya. Allah pun mengangkat Nabi Isa ke langit.
Apakah Nabi Isa seorang khalifah Allah? Demi Allah, ia adalah seorang khalifah Allah. Bahkan, termasuk Rasul Ulul ‘Azmi, termasuk utusan Allah yang istimewa.
Begitu pula Sayyidina Ibrahim, ia berada di bawah kekuasaan Namrudz beberapa kali. Sampai ketika mukjizatnya muncul, ia keluar dari kobaran api yang menjadi dingin dan menjadi keselamatan baginya. Waktu itu, kekuasaan masih berada di tangan Namrudz, dan Nabi Ibrahim berada di bawah kekuasaan itu. Ia tidak memikirkan soal kulit permukaan kekuasaan ini hingga Allah SWT menolongnya.
Inilah poin terpenting dalam tema khilafah, juga pandangan para salaf mengenai hal itu. Sekian banyak nabi pun melewati keadaan ini.
Begitulah pengertian khilafah. Pengertian yang memiliki kaitan erat dengan kewajiban untuk melaksanakan syari’at dalam diri kita, keluarga kita, dan anak-anak kita. Demikian itu, agar kita tidak melanggar prinsip umum dan prinsip khusus khilafah, juga tidak menghalangi sebab-sebab datangnya pertolongan Allah dengan hal-hal yang diembuskan musuh-musuh Allah yang ingin merusak moral kita. Mereka memasukkan budaya-budaya buruk yang bertentangan dengan syari’at ke tengah-tengah kita.
Semoga Allah menolak keburukan orang-orang kafir dan orang-orang jahat dari kita. Semoga Allah menurunkan berkah kepada kita dan kepada para ulama disini, juga ulama-ulama lain di Indonesia dan di negara-negara lainnya. Yakni, orang-orang yang senantiasa gigih menjaga agama dan syari’at ini dengan upaya yang sempurna.
Dan, hanya Allah-lah yang menganugerahi taufiq dan ampunan.
Hikmah yang terpendam
Pandangan utuh perihal tema khilafah diulas Habib Umar bin Hafizh dengan amat gamblang. Diantara yang dapat kita petik dari ulasan di atas adalah bahwa tak lagi terselenggaranya kekhilafahan yang lurus setelah 30 tahun pasca-wafatnya Rasulullah SAW adalah berita yang disampaikan Rasulullah SAW sendiri. Beliau tahu persis bahwa itu akan terjadi, tapi apa yang beliau pesankan kemudian? Kepatuhan pada penguasa, sampai penguasa itu sudah tak lagi dapat ditakwil akan kekufurannya.
Sekalipun makna dari redaksi-redaksi kalimat yang terkait dengan kekhilafahan dalam karya-karya ulama salaf kini marak diperdebatkan, nyatanya para ulama salaf itu sendiri tak satupun yang menggalang gerakan khusus untuk mendirikan khilafah yang mencontoh kekhilafahan yang lurus, Khulafa’ Rasyidun. Kesadaran historis kita pun digugah, “Apakah mereka semua hidup ditengah-tengah kekhilafahan yang lurus ataukah di tengah-tengah kekuasaan kerajaan? Apakah mereka memiliki paham bahwa harus membuat rencana untuk menyingkirkan orang-orang yang memiliki kekuasaan itu?”
Melihat kenyataan sejarah di satu sisi dan dengan asumsi bahwa makna dari redaksi terkait kekhilafahan itu sesuai dengan apa yang disuarakan paradai penyokong khilafah Islamiyah kini pada sisi lainnya, pertanyaan selanjutnya yang pantas diajukan adalah apakah seluruh ulama dari generasi ke generasi itu hanya orang-orang yang pandai berkata-kata lewat karya-karyanya dan enggan berusaha keras demi tegaknya khilafah, sesuatu yang konon termasuk ahammul wajibat (kewajiban yang terpenting)? Tentu bukan demikian. Mereka tak membuat sebuah gerakan khusus karena mereka paham betul bahwa bukan itu yang dipesankan Rasulullah SAW terkait masalah ini.
Saat berbuat, terutama pada kaum muda, seseorang biasanya ingin cepat melihat hasil. Dakwah menyebarkan doktrin wajibnya mendirikan khilafah Islamiyah boleh jadi memiliki latar belakang psikologis semacam itu. Pemicunya, akumulasi ketidak percayaan terhadap penyelesaian berbagai problematik sosial, ekonomi, politik, budaya yang tak kunjung selesai. Dalam kondisi demikian, ide khilafah Islamiyah datang dengan senyum menggoda diselingi pekik takbir yang menggelora, lalu mulai merayu umat dengan tawaran sebagai satu-satunya solusi umat:bila khilafah berdiri, insya Allah semua urusan beres. Siapa tak tergiur?
Pola dakwah yang berorientasi pada massa memang biasanya lebih banyak mengandalkan slogan daripada kandungan. Sebab barangkali karena aspek ini lebih mudah dikalkulasi dan didata. Disinilah pentingnya penyadaran bahwa dalam berdakwah, selain bekal keilmuan, kesungguhan, kesinambungan, yang terpenting adalah keikhlasan, sebagai bekal seseorang meraih keridhaan di sisi Allah SWT. Keridhaan Allah inilah ukuran keberhasilan dakwah seseorang, bukan yanglainnya. Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah SWT tidak melihat kepada fisikmu dan hartamu, tetapi Allah melihat kepada amal dan hatimu.” (HR. IbnuMajah)
Dalam isi mauizhahnya, Habib Umar sempat menyinggung, “Lalu pada akhirnya khilafah kembali seperti ajaran Rasulullah SAW. Ini sesuatu yang akan terjadi, dan telah diberitahukan Rasulullah SAW.” Ia tak memperjelas lebih jauh maksud “akan” disitu, apakah relatif terhadap masa dirinya ataukah masa Rasulullah. Tampak disini bahwa ia pun tak terjebak dalam perdebatan tentang apakah khilafah yang dikatakan akan kembali seperti ajaran Rasulullah SAW ini adalah pada masa Sayyidina Umar bin Abdul Aziz ataukah pada masa menjelang hari kiamat kelak. Yang ingin Habib Umar tekankan, sebagaimana yang ia katakan selanjutnya, bahwa betapapun, “Kabar tentang khilafah ini tidak bertentangan dengan perintah-perintah Rasulullah terhadap umatnya…”
Pelajaran dari umat-umat terdahulu menunjukkan bahwa, karena kesungguhan mereka mengikuti petunjuk syari’atnya dan melaksanakan tugas khilafah ruhaniyah yang diemban setiap manusia dalam lingkupnya masing-masing dan menjadi penjaga-penjaga syari’at dan ilmu pengetahuan yang setia, pada gilirannya datanglah kemuliaan dan pertolongan dari sisi Allah SWT. Contohnya, Nabi Nuh pun hanya mendapat pengikut segelintir orang sebagai hasil dari dakwahnya selama 950 tahun.
Serangkaian tulisan ini menunjukkan bahwa para ulama kita, dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, seperti kalangan Alawiyyin, Nahdhiyyin, dan unsur-unsurumat lainnya di lingkungan Aswaja, pun memahami tema khilafah dengan pandangan seperti ini. Intinya, terus berbuat dan berbuat hal yang nyata di tengah masyarakat secara ikhlas, lillahi Ta’ala. Bagi mereka, yang penting adalah mengislamkan masyarakatnya, bukan institusi kenegaraannya.
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ
“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertaqwa, pasti Kami (Allah)akan melimpahkan keberkahan kepada mereka dari langit dan bumi.” (QS. Al-A’raf: 96)
wallahuaklam bishoaf
NB: di kutip dari tulisan yang ber judul "Khilafah Yang Tak Butuh Singgasana "Khalifah". Disarikan dari Mau’izhah Habib ‘Umar bin Hafizh di depan Majelis Muwashalah bayna Al-‘Ulama wa Al-Muslimin di Puncak, Bogor, tahun 2009 | Majalah Alkisah, Tahun X/ No.17/ 20 Agustus - 2 September 2012, hal. 45-57
Diposting oleh
Leyeh - leyeh ...ah.......................(izza fauziah)
di
21.58
Tidak ada komentar:
Label:
GORESAN HATI,
lintas pensil
Kamis, 19 Juli 2012
Air mata bt ayah ibu
Oh...Ayah ...ibu... ,tiada henti engkau berdo'a tuk kami.
Kalian bagai sekolahan,mengeluarkan umat yang baik budi.
laksana tanaman,menghasilkan buah yang manis rasanya.
Kalian ajarkan kami tentang Al-kholiq padahal kami belum mengerti
diantara kedua telinga kami...
Kalian patri AsmaNya di hati kami
agar tak sedetik pun kami berpaling dari NYa.
Kalian tiupkan harap kebahagian kami hingga tertutup mata ini
padahal kami baru menghirup angin fana.
kalian khawatirkan langkah kami di nirwana
sedangkan menatap mataharipun kami belum sanggup.
Kalian selimuti kami,
supaya tak terhasut bisikan syaiton.
kalian gedong sekujur tubuh mungil kami dan hati kami
dengan kalimat agung
oooo....Ayah....ibu...
kalian guru segala guru, berpengaruh hingga ku mati..
Terima kasih atas kasih sayang mu
Bagai mataharinya dunia, tak lelah menyinari lorong ciptaan NYa
Laksana air laut yang tak pernah surut walau di teguk pendahaga
yang tak terbilang bak bintang di angkasa
Setia menemani mlm. Kalian bak bibadari setia mendampingi penghuni surga
Terima kasih atas tetesan air mata mu sewaktu memanjatkan do’a –do’a tuk kami.
Terima kasih atas tetesan keringat mu demi menafkahi kami
Terima kasih karena mahabah mu lah kami terjaga dalam gulita
Ya Robby...demi sakit kami waktu kecil
demi waktu yg menggilas kami
berikanlah mereka sebaik-baik tempat di hadapan Mu
jangan biarkan air matanya menetes lagi
Ya……robby…
Ilahi…..ya …Ilahi…..
Walau kami kecil di hadapan hamba MU
Dan hina bagi makhluk Mu
Namun Jadikanlah kami semua besar di mata Mu , Mulia di hadapan MU
Sebagaimana Engkau muliakan para Nabi dan Rosul Mu…..
ya..Ilahi….anta robby …..
Kalian bagai sekolahan,mengeluarkan umat yang baik budi.
laksana tanaman,menghasilkan buah yang manis rasanya.
Kalian ajarkan kami tentang Al-kholiq padahal kami belum mengerti
diantara kedua telinga kami...
Kalian patri AsmaNya di hati kami
agar tak sedetik pun kami berpaling dari NYa.
Kalian tiupkan harap kebahagian kami hingga tertutup mata ini
padahal kami baru menghirup angin fana.
kalian khawatirkan langkah kami di nirwana
sedangkan menatap mataharipun kami belum sanggup.
Kalian selimuti kami,
supaya tak terhasut bisikan syaiton.
kalian gedong sekujur tubuh mungil kami dan hati kami
dengan kalimat agung
oooo....Ayah....ibu...
kalian guru segala guru, berpengaruh hingga ku mati..
Terima kasih atas kasih sayang mu
Bagai mataharinya dunia, tak lelah menyinari lorong ciptaan NYa
Laksana air laut yang tak pernah surut walau di teguk pendahaga
yang tak terbilang bak bintang di angkasa
Setia menemani mlm. Kalian bak bibadari setia mendampingi penghuni surga
Terima kasih atas tetesan air mata mu sewaktu memanjatkan do’a –do’a tuk kami.
Terima kasih atas tetesan keringat mu demi menafkahi kami
Terima kasih karena mahabah mu lah kami terjaga dalam gulita
Ya Robby...demi sakit kami waktu kecil
demi waktu yg menggilas kami
berikanlah mereka sebaik-baik tempat di hadapan Mu
jangan biarkan air matanya menetes lagi
Ya……robby…
Ilahi…..ya …Ilahi…..
Walau kami kecil di hadapan hamba MU
Dan hina bagi makhluk Mu
Namun Jadikanlah kami semua besar di mata Mu , Mulia di hadapan MU
Sebagaimana Engkau muliakan para Nabi dan Rosul Mu…..
ya..Ilahi….anta robby …..
Diposting oleh
Leyeh - leyeh ...ah.......................(izza fauziah)
di
11.54
Tidak ada komentar:
Label:
GORESAN HATI
si miskin negeri impian.....
Ya Allah ....
Tanah pertiwi ini anugrah Mu mengapa mereka ambil sendiri...
Ya Robb....
Tanah pertiwi ini anugrah Mu mengapa mereka makan sendiri.....
Ilahi.....
enggan langkah terayun
di negeri....penuh tikus berdasi...
kotor dan penuh anarki....
kesalahan di pertahankan.
kebenaran di singkirkan.....
robby...negeri apa ini....
si miskin menghitung nyawa
apa sampai esok menatap matahari
sebab pengganjal perut tak mampu di beli
terhimpit gedung dan kali...
bahkan diantara rel kereta api...
oooh...dalam sekali jurang ini..
Ilahi ..anta robby....
apakah ini manusiawi ??
mereka berdasi...
dipilih si miskin dengan harapan dan janji
yang tak kunjung terealisasi...
mereka tak puas setumpuk gaji
mengharap mercy dan kemewahan duniawi....
bertumbal uang keringat si miskin berdaki...
Tapi si miskin ....ooohh....robby...
berjalan tertatih memikul kaki...mengais serpihan nasi
dan selalu berharap Engkau mengabulkan do'a dan janji..
dan lurusnya timbangan keadilan MU ya ilahi...
hingga jasad rapuh tak tak berruh lagi.....
Ahisna ya...roby...Ahisna....anta robby....
Tanah pertiwi ini anugrah Mu mengapa mereka ambil sendiri...
Ya Robb....
Tanah pertiwi ini anugrah Mu mengapa mereka makan sendiri.....
Ilahi.....
enggan langkah terayun
di negeri....penuh tikus berdasi...
kotor dan penuh anarki....
kesalahan di pertahankan.
kebenaran di singkirkan.....
robby...negeri apa ini....
si miskin menghitung nyawa
apa sampai esok menatap matahari
sebab pengganjal perut tak mampu di beli
terhimpit gedung dan kali...
bahkan diantara rel kereta api...
oooh...dalam sekali jurang ini..
Ilahi ..anta robby....
apakah ini manusiawi ??
mereka berdasi...
dipilih si miskin dengan harapan dan janji
yang tak kunjung terealisasi...
mereka tak puas setumpuk gaji
mengharap mercy dan kemewahan duniawi....
bertumbal uang keringat si miskin berdaki...
Tapi si miskin ....ooohh....robby...
berjalan tertatih memikul kaki...mengais serpihan nasi
dan selalu berharap Engkau mengabulkan do'a dan janji..
dan lurusnya timbangan keadilan MU ya ilahi...
hingga jasad rapuh tak tak berruh lagi.....
Ahisna ya...roby...Ahisna....anta robby....
Diposting oleh
Leyeh - leyeh ...ah.......................(izza fauziah)
di
11.49
Tidak ada komentar:
Label:
GORESAN HATI
loby..loby zambrut....
Awas…!! loby-loby …negeri zambrut katulistiwa ku
di belakang layar kaca
menbungkus bangkai ,borok dari sang jelata
Awas…!! loby-loby…. negeri impian ku
borok pun sirna
terobati kabar yg menggemparkan mata
kasus pun lenyap tanpa rimbanya
Awas…!! loby-loby…… negeri impian ku
kasus century lepas lagi
tergadai berita gaji dan mobil pejabat negeri
lalu eposide apa lagi yg di suguhi…
Awas…!! loby-loby…. negeri impian ku
barisan putra –putri pertiwi di susupi
kepentingan pribadi…
Awas…!! loby-loby… negeri impian ku
koruptor traveling dan di fasilitasi dalam jeruji
bak istana para pangeran dan putri…
Awas…!! loby-loby…..tak ku mengerti
hukum negeri di sodomi di perkosa dan mati….
tuk cari celah nama bersih
agar terukir prasasti dengan emas murni…
Awas….!! loby-loby …. negeri impian ku
kotor nian negeri ini
sekujur sel tergerogoti kanker
hidupnya tergantung mesin kapitalis yg berkolusi
kemana harta negeri ini lari
bumi pertiwi Cuma berisi lahar gunung berapi
lautnya teruruk gedung abadi
cuci gudang pulau dan hutan disana -sini….
pemimpin negeri impian…..
dimana kau….
yah….kenapa kalian berebut kursi rapuh…
tuk apa kalian disini…
kalau Cuma menghabisi titipan ilahi…
loby..loby …lagi…putra-putri negeri
bagai turis di rumah sendiri…
terlahir tuk bersihkan noda yg tak di mengerti
ironis negeri impian ku….
Ya….Allah …Ya Malikulkuddus…
jgn biarkan keserakaha merajai…
kemungkaran mengenang di bumi agung Mu ini….
patrikan iman yg takkan berpaling dr MU
semaikan Asma MU dlm sanubari kami
Agar kemakrufan terpancar di bumi MU ya …Ilahi…
terangi hati kami ,,Ya..Allah.
seperti hati Rosul Mu Ya …Allah…..
Amin Ya Robbak Alamin.......
from.."www.pandir...mondar- mandir..com
di belakang layar kaca
menbungkus bangkai ,borok dari sang jelata
Awas…!! loby-loby…. negeri impian ku
borok pun sirna
terobati kabar yg menggemparkan mata
kasus pun lenyap tanpa rimbanya
Awas…!! loby-loby…… negeri impian ku
kasus century lepas lagi
tergadai berita gaji dan mobil pejabat negeri
lalu eposide apa lagi yg di suguhi…
Awas…!! loby-loby…. negeri impian ku
barisan putra –putri pertiwi di susupi
kepentingan pribadi…
Awas…!! loby-loby… negeri impian ku
koruptor traveling dan di fasilitasi dalam jeruji
bak istana para pangeran dan putri…
Awas…!! loby-loby…..tak ku mengerti
hukum negeri di sodomi di perkosa dan mati….
tuk cari celah nama bersih
agar terukir prasasti dengan emas murni…
Awas….!! loby-loby …. negeri impian ku
kotor nian negeri ini
sekujur sel tergerogoti kanker
hidupnya tergantung mesin kapitalis yg berkolusi
kemana harta negeri ini lari
bumi pertiwi Cuma berisi lahar gunung berapi
lautnya teruruk gedung abadi
cuci gudang pulau dan hutan disana -sini….
pemimpin negeri impian…..
dimana kau….
yah….kenapa kalian berebut kursi rapuh…
tuk apa kalian disini…
kalau Cuma menghabisi titipan ilahi…
loby..loby …lagi…putra-putri negeri
bagai turis di rumah sendiri…
terlahir tuk bersihkan noda yg tak di mengerti
ironis negeri impian ku….
Ya….Allah …Ya Malikulkuddus…
jgn biarkan keserakaha merajai…
kemungkaran mengenang di bumi agung Mu ini….
patrikan iman yg takkan berpaling dr MU
semaikan Asma MU dlm sanubari kami
Agar kemakrufan terpancar di bumi MU ya …Ilahi…
terangi hati kami ,,Ya..Allah.
seperti hati Rosul Mu Ya …Allah…..
Amin Ya Robbak Alamin.......
from.."www.pandir...mondar- mandir..com
Diposting oleh
Leyeh - leyeh ...ah.......................(izza fauziah)
di
11.48
Tidak ada komentar:
Label:
GORESAN HATI
penjara suci
meraba aluna yg tak dikenal
terhempas diantara untai samudra ilmu
terhimpit di antara jagat classik dan tradisional
ooo...penjara suci ini
mengikis kebodohan insan akan sang kholiQ
memaksa setiap nyawa yg bersarang
mengenal huruf2 asing dlm lembaran kuning
menguak tabir yang terselip dalam kalamnya
membungkam jiwa tuk ketawadhukan
dan menjelmakan manusia setengah malaikat
penjara suci.....
pilar-pilar mu kokoh
walau kau terhimpit diantara deru zaman
di tinggalkan pemuja modern
namun rahasia kalam illah
masih terpendam dalam lautan dinding mu
www. terpesona penjara suci.com
terhempas diantara untai samudra ilmu
terhimpit di antara jagat classik dan tradisional
ooo...penjara suci ini
mengikis kebodohan insan akan sang kholiQ
memaksa setiap nyawa yg bersarang
mengenal huruf2 asing dlm lembaran kuning
menguak tabir yang terselip dalam kalamnya
membungkam jiwa tuk ketawadhukan
dan menjelmakan manusia setengah malaikat
penjara suci.....
pilar-pilar mu kokoh
walau kau terhimpit diantara deru zaman
di tinggalkan pemuja modern
namun rahasia kalam illah
masih terpendam dalam lautan dinding mu
www. terpesona penjara suci.com
Diposting oleh
Leyeh - leyeh ...ah.......................(izza fauziah)
di
11.42
Tidak ada komentar:
Label:
GORESAN HATI
Mengemis pada -Mu ...
Ya Allah... Sesungguhnya kami memohon ke ridhoan Mu dan perlindungan ke pada Mu dari kemarahan Mu dan api neraka. YA Allah... Wahai dzat yg menghilangkan kesedihan hati,yg mengeluarkan nabi yunus dr perut ikan,yg menghimpun kesatuan keluarga nabi ya'qub,yg mengampuni dosa nabi daud, yg menghilangkan ke susahan nabi ayyub,yg mendengarkan pengaduan nabi Musa dan nabi Harun,yg menciptakan ruh nabi Muhammad s.a.w dibulan asyura Ya Allah... Maha pengasih didunia dan akhirat panjangkanlah umur ku dalam mentaati-Mu, mencintai -Mu dan mencintai segala sesuatu karena-Mu, serta mencari ke ridhoan-Mu... Dan hidupkanlah aku pd kehidupan yg ma'ruf,serta matikan aku dalam keadaan islam dan iman. Ya Allah ...Ya Tuhan ku ..... Orang-orang telah berdiri dipintu-Mu mengemis,meminta,memohon maqhfiroh-Mu dan orang-orang fakir berlindung ke hadapan-Mu, sementara orang-orang miskin telah berlabuh di tepi tautan ke muliaan-Mu,mereka mengharapkan izin menuju ke halaman rahmat dan nikmat-Mu. Ya Allah...YA Tuhan ku.... Kami hanya hamba-Mu yg hina dan berlumpur dosa, maka kasihanilah kami dg rahmat-Mu dan berilah nasib baik atas kami dg ke utamaan dan karunia-MU serta jgn engkau hinakan kami dimata-enkau dan makhluk-MU terangi hati kami seperti hati nabi Ya Allah...... Ya Robby... Tuhan semesta alam, jdkan kami orang yg beriman dengan sempurna, yg memenuhi syar'iat,yg memelihara waktu sholat,yg mengeluarkan zakat,yg mengharap sesuatu dari sisi engkau,yg selalu mengharapkan maqhfiroh-Mu,yg berpegang teguh dg petunjuk-Mu,yg menjaga lidah,yg zuhud di dunia dan mengharapkan kehidupan akhirat,yg ikhlas atas keputusan-Mu,yg syukur atas nikmat-Mu,yg sabar atas ujian dan cobaan,yg tinggal dibawah naungan bendera Rosullullah pd hari kiamat,yg selalu mengajak berzikir,yg masuk dlm surga-Mu, yg selamat dr api neraka,yg duduk diatas dipan kemuliaan,yg dikawinkan dg bidadari surga yg bermata jeli,yg memakai sutra surga yg halus,tebal,dan bergambar,yg memakan makanan surga,yg meminum air telaga kaussar. Amin ...
Diposting oleh
Leyeh - leyeh ...ah.......................(izza fauziah)
di
11.39
Tidak ada komentar:
Label:
GORESAN HATI
Saat ujian terasa berat
Ya....Robby..... Ya...malikul kudus telah Engkau tiupkan ruh dalam jasad kami,
Engkau karuniakan kami nikmat yang tak kuasa hamba hitung,
Engkau curahkan cinta tiada bertepi,
cinta yang mengalir seperti mengalirnya air sungai nil,
cinta yang dalam lebih dalam dari samudra,
cinta membuana melebihi gaungnya angin sunami,
cinta Engkau curahkan lebih dahsyat dari curah hujan dan badai topan,
namun saat Engkau ingatkan kami karena rasa cinta Mu pada kami,
kami jahil menafsirkan ke agungan cinta Mu,
mengeluh, meratap, menangis dan ....
maafkan kami kadang menyalahkan Engkau,
semua karena fakirnya kami dalam memahami samudra cinta Mu.
Ya.... Ilahi..... Saat ujian kehidupan terasa berat,
dan saat ujian harus memilih,
Engkau siratkan kebenaran ilham cintaMu,
namun hati kami kadang berontak, nafsu kami congkak,
merasa pilihan ini pahit,
padahal kegetiran dan kepahitan hidup bak lautan hikmah langsung dari Mu.
La illahailla anta subhanaka inni kuntum minaddholimin.....
Segala masalah hidup karena kesalah kami,
kesalahan langkah kami,
ulah kami ,kesombongan kami,
Maka arahkan kami di sirot Mu yg mustaqim,
selipkan di ke kerdilan akal kami,
iman yg sediro' biji sawit keikhlasan,
kekuatan, kesabaran,
ketabahan dalam memahami gelombang cinta Mu yg tersurat dan tersirat....
Segala kesalahan ada pada kami,
kami yg mendholimi diri kami,
ijin kan kami kembali pada Engkau ya robb...
sbg sandaran hati kami dalam kehidupan kami....
Ya khayyu Ya qoyyum la illa hailla anta subha naka inni kuntum minaddholimin.
Diposting oleh
Leyeh - leyeh ...ah.......................(izza fauziah)
di
11.23
Tidak ada komentar:
Label:
GORESAN HATI
TO ACHIEVE RENOWN, SUCCESS
Allâhumma innî as-aluka bismika yâ Hannânu,
yâ Mannânu, yâ Dayyanu, yâ burhânu, yâ Sulthânu,
yâ Ridhwânu, yâ Ghufrânu, yâ Subhânu, yâ Musta'ânu, yâ Dzal manni wal bayân.
Subhânaka yâ lâ ilâha illâ Anta alghawts-alghawts khallishnâ minan nâri yâ râbb.
o…Allah, verily I beseech Thee in Thy name:
O…Charitable One,
O… Benefactor,
O Judge, O Proof, O Sovereign,
O Approver, O Forgiver, O Elevated One,
O Helper, O Holder of blessings and manifestation.
Praise be to Thee, there is no god but Thee,
The Granter of all Succour, Protect us from the Fire, O Lord.
Ya Allah, aku bermohon pada-Mu dengan asma-Mu,
wahai Yang Maha Penyayang, wahai Yang Maha Dermawan,
wahai Yang Maha Perkasa, wahai Yang Maha Pasti,
wahai Yang Maha Kuasa, wahai Yang Maha Meridhai,
wahai Yang Maha Mengampuni, wahai Yang Maha Suci, wahai Yang Maha Penolong,
wahai Pemilik karunia dan penjabaran.
Maha Suci Engkau, tiada Tuhan kecuali Engkau, Pemberi segala pertolongan,
selamatkan kami dari api neraka ya Rabb.
Ya Allah tolonglah hambaMu ini... Amiin.
Diposting oleh
Leyeh - leyeh ...ah.......................(izza fauziah)
di
11.15
Tidak ada komentar:
Label:
GORESAN HATI
TO OVERCOME DIFFICULTIES (do'a mengatasi kesulitan)
Allâhumma innî as aluka bismika yâ Allâhu,
yâ Rahmânu, yâ Rahîmu, yâ Karîmu, yâ Muqîmu,
yâ 'Azhîmu, yâ Qadîmu, yâ 'Alîmu, yâ Halîmu, yâ Hakîm.
Subhânaka yâ lâ ilâha illâ Anta alghawts-alghawts khallishnâ minan nâri yâ râbb.
O Allah, verily I beseech Thee in Thy name
O Allah, O Most Merciful, O Most Compassionate, O Most Generous,
O Self-Subsisting, O Greatest, O Eternal, O All-Knowing, O Forbearing, O Wise.
Praise be to Thee, there is no god but Thee,
The Granter of all Succour, Protect us from the Fire, O Lord.
Ya Allah, aku bermohon pada-Mu dengan asma-Mu,
ya Allah, wahai Yang Maha Pengasih, wahai Yang Maha Penyayang,
wahai Yang Maha Mulia, wahai Yang Maha Mandiri, wahai Yang Maha Agung,
wahai Yang Maha Terdahulu, wahai Yang Maha Mengetahui,
wahai Yang Maha Santun, wahai Yang Bijaksana.
Maha Suci Engkau, tiada Tuhan kecuali Engkau, Pemberi segala pertolongan, selamatkan kami dari api neraka ya Rabb. (Jausyan Kabir)
Ya Rabb, lepaskanlah kami dari segala kesulitan!!!
Diposting oleh
Leyeh - leyeh ...ah.......................(izza fauziah)
di
11.14
Tidak ada komentar:
Label:
GORESAN HATI
Ditangan seorang Wanita Muslimah Kebahagiaan Dunia dan Akherat kan tercipta
Setiap Lelaki menginginkan wanita yang Baik, Kategori “Baik” masih sangat relatif.Setiap Lelaki menginginkan wanita yang Sholeha, Kategori “Sholeha” masih jauh tolak ukurnya.Setiap Lelaki menginginkan wanita yang Penurut, Kategori “Penurut ” masih sulit menjabarkanya.Lalu bagaimana memilih wanita yang dapat menghantarkan kita pada kebahagiaan dunia dan akherat, mungkin beberapa hal tentang wanita dapat menjadi acuan yang pantas untuk dilamar oleh seorang muslim.
- Wanita itu disunahkan seorang yang penuh cinta kasih. Maksudnya ia harus selalu menjaga kecintaan terhadap suaminya, sementara sang suamipun memiliki kecenderungan dan rasa cinta kepadanya. Selain itu, ia juga harus berusaha menjaga keridhaan suaminya, mengerjakan apa yang disukai suaminya, menjadikan suaminya merasa tentram hidup dengannya, senang berbincang dan berbagi kasih sayang dengannya. Dan hal itu jelas sejalan dengan firman Allah Ta’ala, Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tentram kepadanya. Dan Dia jadikan di antara kalian rasa kasih dan saying. (ar-Ruum:21).
- Disunahkan pula agar wanita yang dilamar itu seorang yang banyak memberikan keturunan, karena ketenangan, kebahagiaan dan keharmonisan keluarga akan terwujud dengan lahirnya anak-anak yang menjadi harapan setiap pasangan suami-istri. Berkenaan dengan hal tersebut, Allah Ta’ala berfirman, Dan orang-orang yang berkata, ‘Ya Tuhankami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa’. (al-Furqan:74). Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, Menikahlah dengan wanita-wanita yang penuh cinta dan yang banyak melahirkan keturunan. Karena sesungguhnya aku merasa bangga dengan banyaknya jumlah kalian pada hari kiamat kelak. Demikian hadist yang diriwayatkan Abu Daud, Nasa I, al-Hakim, dan ia mengatakan, Hadits tersebut sanadnya shahih.
- Hendaknya wanita yang akan dinikahi itu seorang yang masih gadis dan masih muda. Hal itu sebagaimana yang ditegaskan dalam kitab Shahihain dan juga kiab-kitab lainnya dari hadits Jabir, bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah bertanya kepadanya, Apakah kamu menikahi seorang gadis atau janda? dia menjawab,”Seorang janda.”Lalu beliau bersabda, Mengapa kamu tidak menikahi seorang gadis yang kamu dapat bercumbu dengannya dan ia pun dapat mencumbuimu?. Karena seorang gadis akan mengantarkan pada tujian pernikahan. Selain itu seorang gadis juga akan lebih menyenangkan dan membahagiakan, lebih menarik untuk dinikmati akan berperilaku lebih menyenangkan, lebih indah dan lebih menarik untuk dipandang, lebih lembut untuk disentuh dan lebih mudah bagi suaminya untuk membentuk dan membimbing akhlaknya. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sendiri telah bersabda, Hendaklah kalian menikahi wanita-wanita muda, karena mereka mempunyai mulut yang lebih segar, mempunyai rahim yang lebih subur dan mempunyai cumbuan yang lebih menghangatkan. Demikian hadits yang diriwayatkan asy-Syirazi, dari Basyrah bin Ashim dari ayahnya, dari kakeknya. Dalam kitab Shahih al_Jami’ ash_Shaghir, al-Albani mengatakan, “Hadits ini shahih.”
- Dianjurkan untuk tidak menikahi wanita yang masih termasuk keluarga dekat, karena Imam Syafi’I pernah mengatakan, “Jika seseorang menikahi wanita dari kalangan keluarganya sendiri, maka kemungkinan besar anaknnya mempunyai daya piker yang lemah.”
- Disunahkan bagi seorang muslim untuk menikahi wanita yang mempunyai silsilah keturunan yang jelas dan terhormat,karena hal itu akan berpengaruh pada dirinya dan juga anak keturunannnya. Berkenaan dengan hal tersebut, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, Wanita itu dinikahi karena empat hal: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscahya kamu beruntung. (HR. Bukhari, Muslim dan juga yang lainnya).
- Hendaknya wanita yang akan dinikahi itu taat beragama dan berakhlak mulia. Karena ketaatan menjalankan agama dan akhlaknya yang mulia akan menjadikannya pembantu bagi suaminya dalam menjalankan agamanya, sekaligus akan menjadi pendidik yang baik bagi anak-anaknya, akan dapat bergaul dengan keluarga suaminya. Selain itu ia juga akan senantiasa mentaati suaminya jika ia akan menyuruh, ridha dan lapang dada jika suaminya memberi, serta menyenangkan suaminya berhubungan atau melihatnnya. Wanita yang demikian adalah seperti yang difirmankan Allah Ta’ala, “Sebab itu, maka wanita-wanita yang shahih adalah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminyatidak berada di tempat, oleh karena Allah telah memelihara mereka”. (an-Nisa:34). Sedangkan dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Dunia ini adalah kenikmatan, dan sebaik-baik kenikmatannya adalah wanita shalihah”. (HR. Muslim, Nasa’I dan Ibnu Majah).
- Selain itu, hendaklah wanita yang akan dinikahi adalah seorang yang cantik, karena kecantikan akan menjadi dambaan setiap insan dan selalu diinginkan oleh setiap orang yang akan menikah, dan kecantikan itu pula yang akan membantu menjaga kesucian dan kehormatan. Dan hal itu telah disebutkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam hadits tentang hal-hal yang disukai dari kaum wanita. Kecantikan itu bersifat relatif. Setiap orang mempunyai gambaran tersendiri tentang kecantikan ini sesuai dengan selera dan keinginannya. Sebagian orang ada yang melihat bahwa kecantikan itu terletak pada wanita yang pendek, sementara sebagian yang lain memandang ada pada wanita yang tinggi.
Sedangkan sebagian lainnya memandang kecantikan terletak pada warna kulit, baik coklat, putih, kuning dan sebagainya. Sebagian lain memandang bahwa kecantikan itu terletak pada keindahan suara dan kelembutan ucapannya.Demikianlah, yang jelas disunahkan bagi setiap orang untuk menikahi wanita yang ia anggap cantik sehingga ia tidak tertarik dan tergoda pada wanita lain, sehingga tercapailah tujuan pernikahan, yaitu kesucian dan kehormatan bagi tiap-tiap pasangan.www. iseng maaf hanya coretan mohon bantuan koreksinya...com.
Diposting oleh
Leyeh - leyeh ...ah.......................(izza fauziah)
di
11.12
Tidak ada komentar:
Label:
GORESAN HATI
Rabu, 18 Juli 2012
SURAT TUK CALON IMAM KU
KEPADA MU CALON IMAM KU...
Apa khabar jodohku? Sihatkah?
Berat rasanya kelopak mataku tertutup. Bagaimana dengan kamu? Apa kamu selalu terbangun disepertiga malam terakhir? Dan apakah mulutmu terasa menerus -menerus berzikir dimalam hari? Jujur aku rindu kamu, wahai jodohku.. Tapi saat ini belum saatnya untuk kitabertemu, bukannya aku tak mahu, atau aku tak rindu.Tapi sememangnya kerana perjalanan kita masih panjang. Dan masih banyak kewajiban yg harus kita penuhi.Kadang – kadang aku berfikir, apa nanti saat subuh tiba kau akan membangunkanku? Mengajakku bertafakur dan bersujud kepada-Nya? Berat hati ini menantikanmu, gelisah pula hati ini memikirkanmu. Apa kau selalu hiasi langkahmu dengan kebaikan-kebaikan? Dan apakah nanti saat zuhur tiba,kau akan meninggalkan kesibukanmu sementara, untuk menghadapNya? Jodohku, sihatkah kamu? Kalau aku berada disamping mu saat ini, mungkin aku akan merawatmu dengan penuh kasih sayang. Jodohku sabar dan tenanglah.. Aku disini masih bersabar menanti mu, Hatimu tidak terluka kan? senyumlah.. kerana aku yakin kebahagiaan akan selalu menyertai kita, Jikalau detik ini hatimu sedang terluka, berwuduklah.. dan mendekatlah diri kepada-Nya. Tetapi disini aku berharap kamu baik- baik saja.. Jodohku, aku rindu.. Bilakah kita akan bertemu? Begitu banyak hal yg ingin ku ceritakan kepadamu. Begitu banyak pula harapanku untuk menantikan nasihat – nasihat mu. Hati ini kosong.. dan hati ini tak sabar menanti kehadiranmu yang kan membalut dan menyembuhkan luka dihatiku. Jodohku… Adakah kau juga rindu padaku? Bagaimana dengan Al-Qur'an mu? Sudahkah kau baca diantara maghrib dan isyak? Apa yang kau fahami dari surah itu? Ceritakanlah kepadaku.. Aku sedia mendengar, dan begitu juga dengan keluhanmu, aku sedia mendengarnya.. Apa perubahan yang kau lakukan dari hari ke hari sayang? semakin baikkah? Aku berharap seperti itu, Jodohku.. disetiap langkahku dan seusai solatku.. ku bisikkan AL-Fatihah untukmu, agar kau selalu berada dijalan-Nya.. Sabarlah sayang, waktu-waktu ini bukanlah waktu yang lama.. Jangan sampai kau tersalah jalan sayang.. Jodohku.. nantilah aku, dengan perbagai kebaikan yang nantinya akan membawa Rahmat untuk kita, Jagalah dirimu dari hal-hal yang dilarang agama. Kerana aku mencintaimu secara tulus & ikhlas karena Allah Jodohku.. Bersiaplah kau untuk mencintaiku scara tulus dan mahu menerima segala kekuranganku. Dan membenarkanku dikala aku salah. Sayang… berusahalah membahagiakan orang tuamu… dengan menjaga sikapmu dan tuturkata mu.. Aku yakin kau adalah orang yang sabar, orang yang cekal membesarkan anak – anak kelak Jangan pernah merasa keseorangan.. kerana aku disini masih setia menantimu.. Jodohku.. kalau siang sudah berlalu.. pejamkan matamu dengan buaian doa, begitu juga ucapan doa dariku yang selalu menyertaimu… Semoga ALLAH selalu menjadikan kita dijalan yang benar. Amin…
Jodohku.. Tak terasa lelahku menulis surat ini memang benar ini adalah tanda kerinduanku kepadamu,Ingatlah sayang.. aku selalu ada untukmu..Untuk itu jangan pernah kau merasa sendiri atau sepi.. Semoga kerinduanku ini akan terjawab, seiring berjalannya waktu. Salam hormatku dan sayangku untukmu…. Silahkan tag sendiri ya...
Label:
GORESAN HATI
Langganan:
Komentar (Atom)

