diary

diary

**

Jumat, 29 Mei 2009

AYAT-AYAT IBADAH

AYAT – AYAT IBADAH

A.Pendahuluan

Ibadah adalah merupakan suatu bentuk bukti ketaatan dan penyembahan yang nyata yang dilakukan seseorang dalam dalam mengaplikasikan sifat patu dan tunduk kepada sesuatu atau seseorang dalam hal ini adlah dzat yang dianggap maha berkuasa atas dirinya dan kehidupannya . Bentuk ketaatan itu dilakukan dengan cara yang berbeda – beda sesuai dengan keyakinannya masing – masing baik deng an cara upacara – upacara maupun dengan cara ritual lainnya.Dalam islam ,Ibadah merupakan bentuk ketaQwaan seseorang hamba kepada Allah dengan cara menjalankan segala perintahN-ya serta menjauhi segala segala larangan N-ya.

Definisi ibadah antara lain,Ibadah adalah bentuk masdar ﻋﺑﺪ yang mempunyai arti penyembahan atau pemujaan kepada sesuatu yang di anggap telah menolong dan melindunginya. Penyembahan atau pemujaan itu dilakukan secara ritual dengan cara dan pola yang berbeda . Menurut Prof.M.Hasbi Ash Shidiqy : Ibadah adalah hokum-hukum yang maksud pokoknya adalah mendekatkan diri kepada Allah S.W.T.

Perintah Ibadah

Mengenai dalil- dalil yang menunjukkan perintah Ibadah antara lain dalam Al- Qur’an surat Adz Dzaariyaat (51: 56)

“ Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi

kepada-Ku. “ (Q.s.Adz Dzaariyat 51:56)

kata ﻭﻣﺎﺧﻟﻗﺖ merupakan fiil madly yang di nafyikan oleh ﻣﺎ (hurfun nafyi) yang artinya “ Tidak sekali – kali aku ciptakan “ Jin dan manusia . sedangkan kata makna dari lafadz ﻟﻴﻌﺑﺪﻭﻦ nerupakan Mustasnaa bi ﺍﻻ dengan menambahkan huruf yang artinya “ Kecuali agar mereka ber ibadah kepada Ku “

Kalimat ikbar ( berita) ini merupakan bentuk pernyataan Allah SWT kepada jin dan manusia tentang fungsi mereka dihidupkan atau diciptakan kedunia ini oleh Allah SWT yaitu agar setiap reaksi dari kehiidupan kita di sadarkan pada sebuah pola hidup yang di ke hendaki oleh Allah SWT dan bentuk kepatuhan itulah biasan dari makna ibadah maka jelaslah bahwa manusia diciptakan oleh AllahSWT ke dunia ini supaya bersujud atau menyembah kepada N-ya.

Ibadah itu diawali dengan adanya rasa Iman di hati yaitu percaya akan adanya Allah sebagai dzat yang kholik, dengan demikian kepercayaan yang ada ini sudah menjadi dasar awal dari kehidupan iitu sendiri. Maka yang telah tumbuh ini wajib di buktikan dengan amalan yang sholih yaitu perbuatan yang ma’ruf. Sehingga implikasi Iman dan Amal sholih adalah pokok dari Ibadah.

Pemahaman yang kongkrit dari ayat ini secara ‘Isyarotun nash menuju sebuah pengertian bahwa Allah SWT dalam hal menciptakan jin dan manusia itu berbeda dengan makhluknya yang lain dengan beban tanggungan serta berbagai kelebihan dan keistimewaan yang di berikan.

Pokok Ibadah

Kalau kita tukil ayat- ayat dalam Al- Qur’an yang membahasan tentang pokok ibadah sangat banyak sekali , namun sebagai contoh kutipan ayat-ayat tentang pokok ibadah salah satunya terdapat dalam Q.s.Al An’aam (6:162)

“Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah,Tuhan semesta alam.”(Q.s.Al-An’aam:6:162)

Dalam kalimat ﻭﻧﺳﮑﻲ para mujahid mengatakan “ Nusuki” berarti penyembelihan hewan pada saat menjalankan haji dan umrah sedangkan Ats Tsauri menuturkan dari Suddidari Sa’id bin Zubeir “Nusuki “ berarti sembelihanku.

Qotadah mengatakan yakni dari umat ini, dan makna ini adalah benar,karena seluruh Nabi sebelum beliau bahwa da’wah mereka menyeru kepada Islam yang pokoknya adalah ibadah kepada Allah SWT semata dan tiada sekutu bagi N-ya.

Ayat ini menggambarkantentang bagaimana caranya menempatkan posisihati kita dalam melakukan rutinitas ibadah kepada Allah SWT selaku dzat yang telah menciptakan kita . Memasrahkan seluuruh yang kita miliki serta yang kita lakukan adalah semata – mata hanya untuk mencari keridhoan dan keberkahan hidup dari Allah SWT.

Ayat lain yang membahas tentang hal di atas adalah terdapat dalam Q>s : Az Zumar 39:11


Katakanlah: "Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama. “ Q.s. Az Zumar (39:11) juga di kutip dalam Q.s Al An biyaa (21: 25)

“Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku." ( Q.s.Al An biyaa 21:25 )

Pengertian makna kalimat ﻣﻥ dari kata ﻣﻦﻗﺑﻟﻚ merupakan makna ﻅﺭﻑ ﺭﻣﺎﻦ yang berarti “seorang darei golongan rosul dan selain kamu ( Muhammad saw) yang tidak di perintahkan untuk ibadah atau menyembah . Pokok isi kandungan ayat ini adalah memberikan isyarat kepada kita bahwa perintah menyembah kepada Allah SWT yang di aplikasikan dalam bentuk ibadah itu sudah ada sejak Allah SWT pertama kali menciptakan makhluk berupa jin dan manusia.

Ayat lainnya yang mengutip tentang hal ini Q.s .Al – Qur’an 21:25

“Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku." ( Q.s.Al An biyaa 21:25 )

ﺍﺭﺳﻟﻧﺎ Kalimat fi’il madly yang di nafyikan oleh ﻣﺎ yang artinya kami tidak mengutus Maka setiap yang di utus oleh Allah SWT mengajak untuk beribadah hanya kepada Allah SWT yang tidak ada sekutu baginya ,menjadi hal tersebut.sedangkan orang – orang musyrik tidak memiliki bukti dan hujjah yang jelas di sisi Robb mereka, mereka akan mendapatkan kemurkaan dan adzab yang amat pedih .

Peringatan yang di sampaikan kepada umat yang di datangi nabi Muhammad dan peringatan yang di sampaikan kepada umat yang terdahulu adalah satu , dan tiada orang yang mempersekutukannya dengan yang lain dengan Allah SWT yang sanggup mengemukakan suatu alasan atau suatu bukti bahwa ada nabi menyampaikan wahyu yang isinya menyuruh mempersekutukan Allah SWT

Dalam lafadz ﻣﻥﻗﺑﻟﻚﻣﻥﺭﺳﻭﻝ merupakan bukti bahwa yang mempunyai tugas menya- mpaikan risalah bukan nabi Muhammad saw saja, namun tugas itu sudah di bebankan kepada nabi – nabi sebelum beliau. Artinya ia juga menyampaikan da’wah yang juga terkandung di dalamnya masalah ibadah itu sudah di mulai sejak Allah SWT di ciptakan nabi adam a.s dan terus berlangsung sampai kepada nabi Muhammad s.a.w.

Menurut Buya Hamka di dalam tafsir Al Azhar , bahwa Isi pokok agama itu terbagi menjadi dua:

  1. mengakui bahwa tiada tuhan melainkan Allah, mengakui hanya satu tuhan, itulah yang di sebut dengan Tauhid Ulukhiyah .
  2. mengakui hanya Allah yang satu itu saja yang mengatur , mengasuh , dan memelihara alam ini, sesudah ia sendiri menciptakannya Dia pula yang mengatur. Yang di sebut Tauhid Rububiyah .

ayat lain yang mengutip hal di atas adala Q. s Al Bayyinah 99:5

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. “ ( Q.s ,99:5 )

Kalimat ﺍﻣﺭﻭﺍ fi’il madly bina majhul munfiy artinya mereka tidak di pemerintahkan.

Kalimat ﻟﻳﻌﺑﺩﻭﺍ fi’il mudhlori’ majzumun bil laa’ artinya kecuali supaya menyembah .

Kalimat ﻣﺣﻟﺻﻳﻥ Isim fa’il yang jadi haal mansuubun artinya sambil memurnikan ketaatan .

kalimat

belum sempurna

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Dunia jika di tumbuhi dengan cinta yang positif maka setengah dari kehidupan serasa ber nuansa di surga,maka tebarkan Cinta dan Kasih sayang ke semua makhluk Allah yang hidup dan yang telah mati...cintailah hanya atas nama Allah